
Kata Lawang Sewu berarti 'seribu pintu' dalam bahasa Jawa. Tempat ini
adalah sebuah bangunan yang dibangun pada masa penjajahan Belanda yang
terletak di Semarang, di Jawa Tengah. Bangunan memperoleh namanya karena
memiliki banyak pintu dan jendela tinggi yang terlihat seperti pintu.
Banyak penampakan hantu telah dilaporkan di tempat ini, termasuk hantu
seorang wanita Belanda serta hantu tanpa kepala. Beberapa pihak bahkan
mengklaim telah berhasil mengabadikan sosok hantu di tempat ini dengan
merekamnya menggunakan kamera.

Semula gedung ini untuk kantor pusat perusahaan
kereta api (trem) penjajah Belanda atau Nederlandsch Indishe Spoorweg
Naatschappij (NIS). Gedung tiga lantai bergaya art deco (1850-1940) ini
karya arsitek Belanda ternama, Prof Jacob F Klinkhamer dan BJ Queendag.
Lawang Sewu terletak di sisi timur Tugu Muda Semarang,
atau di sudut jalan Pandanaran dan jalan Pemuda. Disebut Lawang Sewu
(Seribu Pintu), ini dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang
sangat banyak. Kenyataannya, pintu yang ada tidak sampai seribu.
Bangunan ini memiliki banyak jendela tinggi dan lebar, sehingga
masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar